|
Total Tayangan Halaman
Senin, 11 Oktober 2010
SATUAN KECEPATAN (Tugas Kedua) Jaringan komputer
PENGERTIAN HUB. (Tugas kedua) Jaringan komputer
PENGERTIAN HUB
Switch Sebuah alat yang menyaring/filter dan melewatkan(mengijinkan lewat) paket yang ada di sebuah LAN. switcher bekerja pada layer data link (layer 2) dan terkadang di Network Layer (layer 3) berdasarkan referensi OSI Layer Model. sehingga dapat bekerja untuk paket protokol apapun. LAN yang menggunakan Switch untuk berkomunikasi di jaringan maka disebut dengan Switched LAN atau dalam fisik ethernet jaringan disebut dengan Switched Ethernet LANs.
Router Alat yang bertugas untuk mengantarkan paket data dalam jaringan. router dapat digunakan jika tersambung paling tidak dengan dua jaringan yang berbeda sehingga pengaturan tersebut membutuhkan sebuah router.Router berada di sisi gateway sebuah tempat dimana dua jaringan LAN atau lebih untuk disambungkan. Router menggunakan HEADERS dan daftar tabel pengantar (Forwarding Table) untuk menentukan posisi yang terbaik untuk mengantarkan sebuah paket jaringan dan juga menggunakan protokol seperti ICMP,HTTP untuk berkomunikasi dengan LAN lainnya dengan konfigurasi terbaik untuk jalur ant
PENGERTIAN ROUTER (Tugas kedua) Jaringan Komputer
pengertian router
PENGERTIAN ROUTER
Router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari stack protokol tujuh-lapis OSI.
Daftar isi :
1 Fungsi
2 Jenis-jenis router
3 Router versus Bridge
1 Fungsi
2 Jenis-jenis router
3 Router versus Bridge
Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN).
Sebagai ilustrasi perbedaan fungsi dari router dan switch adalah switch merupakan suatu jalanan, dan router merupakan penghubung antar jalan. Masing-masing rumah berada pada jalan yang memiliki alamat dalam suatu urutan tertentu. Dengan cara yang sama, switch menghubungkan berbagai macam alat, dimana masing-masing alat memiliki alamat IP sendiri pada sebuah LAN.
Router sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi protokol TCP/IP, dan router jenis itu disebut juga dengan IP Router. Selain IP Router, ada lagi AppleTalk Router, dan masih ada beberapa jenis router lainnya. Internet merupakan contoh utama dari sebuah jaringan yang memiliki banyak router IP. Router dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan internetwork, atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router juga kadang digunakan untuk mengoneksikan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda (seperti halnya router wireless yang pada umumnya selain ia dapat menghubungkan komputer dengan menggunakan radio, ia juga mendukung penghubungan komputer dengan kabel UTP), atau berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dari Ethernet ke Token Ring.
Router juga dapat digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah layanan telekomunikasi seperti halnya telekomunikasi leased line atau Digital Subscriber Line (DSL). Router yang digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah koneksi leased line seperti T1, atau T3, sering disebut sebagai access server. Sementara itu, router yang digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal ke sebuah koneksi DSL disebut juga dengan DSL router. Router-router jenis tersebut umumnya memiliki fungsi firewall untuk melakukan penapisan paket berdasarkan alamat sumber dan alamat tujuan paket tersebut, meski beberapa router tidak memilikinya. Router yang memiliki fitur penapisan paket disebut juga dengan packet-filtering router. Router umumnya memblokir lalu lintas data yang dipancarkan secara broadcast sehingga dapat mencegah adanya broadcast storm yang mampu memperlambat kinerja jaringan.
2.Jenis-jenis router
Secara umum, router dibagi menjadi dua buah jenis, yakni:
static router (router statis): adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statis yang diset secara manual oleh para administrator jaringan.
dynamic router (router dinamis): adalah sebuah router yang memiliki dab membuat tabel routing dinamis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan dengan router lainnya.
3.Router versus Bridge
Cara kerja router mirip dengan bridge jaringan, yakni mereka dapat meneruskan paket data jaringan dan dapat juga membagi jaringan menjadi beberapa segmen atau menyatukan segmen-segmen jaringan. Akan tetapi, router berjalan pada lapisan ketiga pada model OSI (lapisan jaringan), dan menggunakan skema pengalamatan yang digunakan pada lapisan itu, seperti halnya alamat IP. Sementara itu, bridge jaringan berjalan pada lapisan kedua pada model OSI (lapisan data-link), dan menggunakan skema pengalamatan yang digunakan pada lapisan itu, yakni MAC address.
Lalu, kapan penggunaan bridge jaringan dilakukan dan kapan penggunakan router dilakukan? Bridge, sebaiknya digunakan untuk menghubungkan segmen-segmen jaringan yang menjalankan protokol jaringan yang sama (sebagai contoh: segmen jaringan berbasis IP dengan segmen jaringan IP lainnya). Selain itu, bridge juga dapat digunakan ketika di dalam jaringan terdapat protokol-protokol yang tidak bisa melakukan routing, seperti halnya NetBEUI. Sementara itu, router sebaiknya digunakan untuk menghubungkan segmen-segmen jaringan yang menjalankan protokol jaringan yang berebeda (seperti halnya untuk menghubungkan segmen jaringan IP dengan segmen jaringan IPX.) Secara umum, router lebih cerdas dibandingkan dengan bridge jaringan dan dapat meningkatkan bandwidth jaringan, mengingat router tidak meneruskan paket broadcast ke jaringan yang dituju. Dan, penggunaan router yang paling sering dilakukan adalah ketika kita hendak menghubungkan jaringan kita ke Internet
PENGERTIAN MODEM (Tugas kedua) Jaringan Komputer
Pengertian modem
Modem (Modulator-Demodulator) adalah perangkat yang dewasa ini paling banyak digunakan untuk melakukan koneksi ke internet, khususnya melalui saluran telepon. Secara Fisik, modem dapat dibedakan sebagai modem internal dan modem eksternal. Disamping itu, kita mengenal pembagian berdasarkan kecepatan dan cara kerjanya, apakah itu berupa software atau hardware modem. Ada beberapa pembagian lagi yang sifatnya lebih teknis, seperti error control, data compression protocol
Modem Eksternal dan Internal
Seperti tergambar dari namanya, perangkat modem eksternal berada diluar CPU. Modem eksternal dihubungkan ke CPU melalui port COM atau USB. Modem jenis ini biasanya menggunakan sumber tegangan terpisah berupa adaptor. Keuntungan penggunaan modem jenis ini adalah portabilitasnya yang cukup baik sehingga gampang dipindah-pindah untuk digunakan di komputer lain. Disamping itu dengan menggunakan modem eksternal, tidak perlu ada slot ekspansi yang dikorbankan sehingga bisa dipakai untuk keperluan lain, terutama apabila mainboard yang digunakan hanya menyediakan sedikit slot ekspansi. Modem eksternal juga dilengkapi dengan lampu indikator yang memudahkan kita untuk memonitor status modem. Kerugiannya, harganya lebih mahal dibandingkan dengan modem internal. Modem eksternal juga membutuhkan tempat tersendiri untuk menaruhnya meskipun kecil.
Berbeda dengan modem eksternal, modem internal terpasang langsung didalam CPU. Secara fisik modem internal berupa sebuah card yang tertancap pada salah satu slot ekspansi pada mainboard, biasanya pada slot ISA atau PCI. Penggunaan modem jenis ini memiliki beberapa keuntungan, antara lain adalah lebih hemat tempat dan dari segi harga lebih ekonomis dibandingkan dengan modem eksternal. Karena telah terpasang di dalam CPU, maka modem jenis ini tidak membutuhkan adaptor seperti halnya modem eksternal sehingga sistem terkesan lebih ringkas tanpa ada banyak kabel berseliweran yang bisa memberi kesan kurang rapi. Namun demikian, modem internal memiliki kelemahan berupa tidak adanya indikator sebagaimana yang bisa ditemui pada modem eksternal. Akibatnya agak sulit untuk memantau status modem (walaupun bisa dilakukan lewat software). Selain itu, modem internal tidak menggunakan sumber tegangan sendiri hingga harus dicatu dari power supply pada CPU. Panas dari komponen-komponen dalam rangkaian modem internal juga akan menambah suhu dalam kotak CPU.
Kecepatan Modem
Kecepatan sebuah modem diukur dengan satuan bps (bit per second) atau kbps (kilobit per second). Besarnya bervariasi, antara 300 bps hingga 56,6 kbps, namun kecepatan yang umum digunakan dewasa ini berkisar antara 14.4 hingga 56,6 kbps. Makin tinggi kecepatannya tentunya makin baik karena akan mempersingkat waktu koneksi dan menghemat biaya pulsa telepon. Kecepatan koneksi juga sangat bergantung pada kualitas saluran telepon yang digunakan. Modem 56,6 kbps biasanya sangat jarang bisa mencapai kecepatan puncaknya. Umumnya koneksi tercepat yang bisa dicapai lewat saluran telepon konvensional adalah berkisar antara 45-50 kbps untuk downstream, tergantung jarak dari sentral saluran telepon yang digunakan (makin dekat tentunya makin baik), sedangkan untuk upstream maksimal hanya sebesar 33.6 kbps. Hal ini berkaitan dengan keterbatasan saluran telepon yang memang pada dasarnya tidak dirancang untuk komunikasi data berkecepatan tinggi.
Modem berbasis Hardware dan Software
Disamping kedua pembagian diatas, kita juga mengenal istilah hardware atau software modem. Modem yang bekerja secara hardware menggunakan chip khusus untuk menangani fungsi-fungsi komunikasi data, sedangkan pada software modem, pekerjaan ini diambil alih oleh sebuah program driver. Penggunaan software modem akan cukup membebani kerja CPU, dan dengan demikian tentunya memerlukan sistem dengan processor yang cepat (disarankan minimal menggunakan processor Pentium 200 Mhz). Penurunan performa akan sangat terasa saat menggunakan modem jenis ini. Sebuah mesin berbasis Celeron 400 misalnya, hanya mampu bekerja layaknya PC Pentium Classic saat online dengan memanfaatkan software modem. Secara fisik hampir tidak ada ciri yang menyolok yang membedakan antara kedua jenis modem ini. Namun demikian, dewasa ini hampir seluruh modem internal berbasis PCI yang ada di pasaran adalah software modem. Modem jenis ini umumnya dijual dengan harga yang jauh lebih murah dibanding dengan modem berbasis hardware. Karena faktor ketersediaan driver, maka software modem umumnya hanya bisa bekerja di lingkungan OS Windows sehingga jenis modem ini juga sering disebut sebagai Winmodem.
Senin, 04 Oktober 2010
PENGERTIAN NAHALEM
PENGERTIAN NAHALEM
Extron Netsystem E400-N2 D504XM: Dual Socket Nehalem
Dual Socket Nehalem
Pamor prosesor terbaru Intel yang menggunakan chipset Nehalem tampaknya cukup menantang Extron untuk mencangkokkan sebuah prosesor berinti 4 pada server barunya.
Beruntunglah, kami mendapatkan kesempatan menguji server Extron E400-N2 D504XM yang motherboard-nya mengusung sistem dual socket processor Intel Nehalem dan menggunakan prosesor Intel Xeon X5550 quadcore. Selain itu, server dengan form factor bertipe tower ini diperkuat oleh tiga keping memori generasi DDR3 total 2 gigabyte PC 10600 133 MHz ECC. Jika diperlukan, dapat dilakukan ekspansi memori, karena server ini memiliki 8 slot memori.
Sebuah heatsink utama bersirip banyak dan ditempeli sebuah kipas berdiameter 7 inci digunakan untuk mendinginkan prosesor. Sebuah heatsink kecil digunakan untuk menyerap panas dari chipsetmotherboard. Secara keseluruhan, hawa panas dalam server ini akan dihisap oleh sebuah kipas besar berdiameter 12 inchi dan disemburkan keluar daricasing server.
Untuk meningkatkan kinerja harddisk sebagai storage media, Extron Netsystem E400-N2 D504XM dilengkapi dengan bay (sangkar) harddisk berjenis hotswap sehingga dapat dicabut secara mudah dari pintu yang dibuat secara khusus dengan sistem engsel dan kunci pengaman pada panel depan casing. Di bagian belakang baytersebut (di dalam casing) menempel sebuah kipas berdiameter 9 cm yang berfungsi membantu pendinginan harddisk. Sayangnya, unit uji yang kami uji hanya dibekali 1 harddisk HP jenis SAS 73 gigabyte 15.000 rpm , sehingga kami belum dapat menguji kinerja perangkaian harddisk (RAID).
Panel bagian depan tidak begitu banyak memuat fasilitas, selain sebuah DVD-ROM dan bay harddisk. Sementara panel belakang memuat 2 slot gigabit ethernet, 4 slot USB 2.0, sebuah port D-Sub untuk layar monitor, serta outletdaya listrik dari power supply Enermax Revolution 850 Watt yang memiliki efisiensi daya lebih dari 85 persen.
Setelah puas melihat-lihat kombinasi perangkat keras Extron Netsystem E400-N2 D504XM, kami memersiapkan peranti uji untuk melihat dan menganalisis kinerja server ini. Dua skenario kami siapkan. Yang pertama, Extron Netsystem E400-N2 D504XM kami jadikan web server dengan sistem operasi Windows Server 2008 Enterprise Edition 64 bit dan IIS web server. Kami memasang dua jenis halaman pada IIS, yaitu HTML dan ASP. Khusus untuk halaman ASP, kami merancangnya dengan konten script hitungan matematis yang cukup rumit dan berat. Dalam waktu 10 menit, web server akan dihujani dengan request terhadap halaman HTML dan ASP sebanyak 2000 per detik. Kami akan melihat, sampai user keberapakah error pertamakali terjadi. Demikian pula, sampaiuser keberapakah request mampu direspon oleh server dalam waktu kurang dari 1000 milidetik.
Melalui sebuah kabel jaringan berjenis CAT 5E dan gigabit ethernet pada komputer penguji, kami menggunakantool uji Web Server Stress Tool keluaran Paessler untuk menjalankan pengujian kinerja sebagai web server.
Pengujian kedua, kami tujukan untuk mengetahui kinerja setiap komponen hardware secara terpisah. Kami menggunakan tool SiSoft Sandra Lite.
Setelah beberapa kali melakukan pengujian sebagai perbandingan, kami mendapatkan hasil yang cukup memuaskan. Error penanganan halaman web HTML terjadi pada user ke 1357, sedangkan error penanganan halaman web ASP terjadi pada user ke 1172. Extron Netsystem E400-N2 D504XM mampu merespon requesthalaman web kurang dari 1000 milidetik pada user ke-1211, tepatnya pada detik ke-339.
Hasil pengujian kinerja setiap hardware menunjukkan bahwa kinerja prosesor cukup bagus, terutama koordinasi antarinti prosesor (multi core efficiency). Namun, kinerja prosesor ini dapat digenjot dengan menambahkan kekuatan keping memori sehingga nilai cache & memori dapat ditingkatkan.
Extron Netsystem E400-N2 mampu menjadi solusi bagi perusahaan skala menengah dan atas yang memerlukan server dengan ketangguhan terhadap besarnya request layanan. Kemungkinan peningkatan kemampuan server cukup luas mengingat masih ada ada socket prosesor kedua dan 5 slot memori yang masih kosong.
source : infokomputer
Spesifikasi
Prosesor Intel Xeon E5550 Quadcore
Memori 2 GB UDIMM DDR3-1333 ECC
Kartu grafis Integrated VGA 64 MB
Harddisk HP 73 GB 15000 RPM SAS dengan sistem hotswap.
Drive optis DVD-ROM
Front/internal expansion bay 4 x hotswap bay.
Network controller 2 x gigabit ethernet.
Port 4 x USB 2.0, PS/2, VGA, COM,
PSU Enermax Revolution 85+ 850 Watt.
Garansi 3 tahun
Situs web www.bhinneka.com
Kisaran harga US$2900
Extron Netsystem E400-N2 D504XM: Dual Socket Nehalem
Dual Socket Nehalem
Pamor prosesor terbaru Intel yang menggunakan chipset Nehalem tampaknya cukup menantang Extron untuk mencangkokkan sebuah prosesor berinti 4 pada server barunya.
Beruntunglah, kami mendapatkan kesempatan menguji server Extron E400-N2 D504XM yang motherboard-nya mengusung sistem dual socket processor Intel Nehalem dan menggunakan prosesor Intel Xeon X5550 quadcore. Selain itu, server dengan form factor bertipe tower ini diperkuat oleh tiga keping memori generasi DDR3 total 2 gigabyte PC 10600 133 MHz ECC. Jika diperlukan, dapat dilakukan ekspansi memori, karena server ini memiliki 8 slot memori.
Sebuah heatsink utama bersirip banyak dan ditempeli sebuah kipas berdiameter 7 inci digunakan untuk mendinginkan prosesor. Sebuah heatsink kecil digunakan untuk menyerap panas dari chipsetmotherboard. Secara keseluruhan, hawa panas dalam server ini akan dihisap oleh sebuah kipas besar berdiameter 12 inchi dan disemburkan keluar daricasing server.
Untuk meningkatkan kinerja harddisk sebagai storage media, Extron Netsystem E400-N2 D504XM dilengkapi dengan bay (sangkar) harddisk berjenis hotswap sehingga dapat dicabut secara mudah dari pintu yang dibuat secara khusus dengan sistem engsel dan kunci pengaman pada panel depan casing. Di bagian belakang baytersebut (di dalam casing) menempel sebuah kipas berdiameter 9 cm yang berfungsi membantu pendinginan harddisk. Sayangnya, unit uji yang kami uji hanya dibekali 1 harddisk HP jenis SAS 73 gigabyte 15.000 rpm , sehingga kami belum dapat menguji kinerja perangkaian harddisk (RAID).
Panel bagian depan tidak begitu banyak memuat fasilitas, selain sebuah DVD-ROM dan bay harddisk. Sementara panel belakang memuat 2 slot gigabit ethernet, 4 slot USB 2.0, sebuah port D-Sub untuk layar monitor, serta outletdaya listrik dari power supply Enermax Revolution 850 Watt yang memiliki efisiensi daya lebih dari 85 persen.
Setelah puas melihat-lihat kombinasi perangkat keras Extron Netsystem E400-N2 D504XM, kami memersiapkan peranti uji untuk melihat dan menganalisis kinerja server ini. Dua skenario kami siapkan. Yang pertama, Extron Netsystem E400-N2 D504XM kami jadikan web server dengan sistem operasi Windows Server 2008 Enterprise Edition 64 bit dan IIS web server. Kami memasang dua jenis halaman pada IIS, yaitu HTML dan ASP. Khusus untuk halaman ASP, kami merancangnya dengan konten script hitungan matematis yang cukup rumit dan berat. Dalam waktu 10 menit, web server akan dihujani dengan request terhadap halaman HTML dan ASP sebanyak 2000 per detik. Kami akan melihat, sampai user keberapakah error pertamakali terjadi. Demikian pula, sampaiuser keberapakah request mampu direspon oleh server dalam waktu kurang dari 1000 milidetik.
Melalui sebuah kabel jaringan berjenis CAT 5E dan gigabit ethernet pada komputer penguji, kami menggunakantool uji Web Server Stress Tool keluaran Paessler untuk menjalankan pengujian kinerja sebagai web server.
Pengujian kedua, kami tujukan untuk mengetahui kinerja setiap komponen hardware secara terpisah. Kami menggunakan tool SiSoft Sandra Lite.
Setelah beberapa kali melakukan pengujian sebagai perbandingan, kami mendapatkan hasil yang cukup memuaskan. Error penanganan halaman web HTML terjadi pada user ke 1357, sedangkan error penanganan halaman web ASP terjadi pada user ke 1172. Extron Netsystem E400-N2 D504XM mampu merespon requesthalaman web kurang dari 1000 milidetik pada user ke-1211, tepatnya pada detik ke-339.
Hasil pengujian kinerja setiap hardware menunjukkan bahwa kinerja prosesor cukup bagus, terutama koordinasi antarinti prosesor (multi core efficiency). Namun, kinerja prosesor ini dapat digenjot dengan menambahkan kekuatan keping memori sehingga nilai cache & memori dapat ditingkatkan.
Extron Netsystem E400-N2 mampu menjadi solusi bagi perusahaan skala menengah dan atas yang memerlukan server dengan ketangguhan terhadap besarnya request layanan. Kemungkinan peningkatan kemampuan server cukup luas mengingat masih ada ada socket prosesor kedua dan 5 slot memori yang masih kosong.
source : infokomputer
Spesifikasi
Prosesor Intel Xeon E5550 Quadcore
Memori 2 GB UDIMM DDR3-1333 ECC
Kartu grafis Integrated VGA 64 MB
Harddisk HP 73 GB 15000 RPM SAS dengan sistem hotswap.
Drive optis DVD-ROM
Front/internal expansion bay 4 x hotswap bay.
Network controller 2 x gigabit ethernet.
Port 4 x USB 2.0, PS/2, VGA, COM,
PSU Enermax Revolution 85+ 850 Watt.
Garansi 3 tahun
Situs web www.bhinneka.com
Kisaran harga US$2900
TUGAS: JARINGAN KOMPUTER
Complex Instruction Set Computing (CISC) atau kumpulan instruksi komputasi kompleks. Adalah suatu arsitektur komputer dimana setiap instruksi akan menjalankan beberapa operasi tingkat rendah, seperti pengambilan dari memori (load), operasi aritmatika, dan penyimpanan ke dalam memori (store) yang saling bekerja sama. Tujuan utama dari arsitektur CISC adalah melaksanakan suatu instruksi cukup dengan beberapa baris bahasa mesin yang relatif pendek sehingga implikasinya hanya sedikit saja RAM yang digunakan untuk menyimpan instruksi-instruksi tersebut. Arsitektur CISC menekankan pada perangkat keras karena filosofi dari arsitektur CISC yaitu bagaimana memindahkan kerumitan perangkat lunak ke dalam perangkat keras.
Misalkan, sebuah prosesor CISC sudah dilengkapi dengan sebuah instruksi khusus yang diberi nama MULT (dikenal sebagai complex instruction). Ketika dijalankan, instruksi akan membaca dua nilai kemudian menyimpannya ke dalam 2 register yang berbeda, melakukan operan perkalian di dalam unit eksekusi dan hasilnya dikembalikan lagi ke register yang benar. Maka instruksinya cukup satu baris yaitu :
MULT 2:3, 5:2
Sebelumnya, pada arsitektur RISC ketika menjalankan instruksi “MULT” maka akan dibagi menjadi 3 instruksi yaitu :
- LOAD, digunakan untuk memindahkan data dari memori ke register.
- PROD, digunakan untuk melakukan operasi perkalian yang berada di dalam register.
- STORE, digunakan untuk memindahkan data dari register ke memori yang benar.
LOAD A, 2:3
LOAD B, 5:2
PROD A, B
STORE 2:3, A
“RISC dimaksudkan untuk menyederhanakan rumusan perintah sehingga lebih efisien dalam penyusunan kompiler yang ada.”
“RISC dimaksudkan untuk mengurangi jumlah siklus/detik setiap instruksi dibayar dengan bertambahnya jumlah instruksi per program.”
Tabel Perbandingan RICS dengan CISC
Fitur | RICS | PC/Desktop CISC |
Daya | Sedikit ratusan miliwatt | Banyak watt |
Kecepatan Komputasi | 200-520 MHz | 2-5 GHz |
Manajemen Memori | Direct, 32 bit | Mappped |
I/O | Custom | PC berbasis pilihan via BIOS |
Environment | High Temp, Low EM Emissions | Need Fans, FCC/CE approval an issue |
Struktur Interupsi | Custom, efisien, dan sangat cepat | Seperti PC |
Port Sistem Operasi | Sulit, membutuhkan BSP level rendah. | Load and Go |
Langganan:
Postingan (Atom)

