Total Tayangan Halaman

Senin, 11 Oktober 2010

PENGERTIAN MODEM (Tugas kedua) Jaringan Komputer

Pengertian modem

Pengertian modem

Modem (Modulator-Demodulator) adalah perangkat yang dewasa ini paling banyak digunakan untuk melakukan koneksi ke internet, khususnya melalui saluran telepon. Secara Fisik, modem dapat dibedakan sebagai modem internal dan modem eksternal. Disamping itu, kita mengenal pembagian berdasarkan kecepatan dan cara kerjanya, apakah itu berupa software atau hardware modem. Ada beberapa pembagian lagi yang sifatnya lebih teknis, seperti error control, data compression protocol
Modem Eksternal dan Internal
Seperti tergambar dari namanya, perangkat modem eksternal berada diluar CPU. Modem eksternal dihubungkan ke CPU melalui port COM atau USB. Modem jenis ini biasanya menggunakan sumber tegangan terpisah berupa adaptor. Keuntungan penggunaan modem jenis ini adalah portabilitasnya yang cukup baik sehingga gampang dipindah-pindah untuk digunakan di komputer lain. Disamping itu dengan menggunakan modem eksternal, tidak perlu ada slot ekspansi yang dikorbankan sehingga bisa dipakai untuk keperluan lain, terutama apabila mainboard yang digunakan hanya menyediakan sedikit slot ekspansi. Modem eksternal juga dilengkapi dengan lampu indikator yang memudahkan kita untuk memonitor status modem. Kerugiannya, harganya lebih mahal dibandingkan dengan modem internal. Modem eksternal juga membutuhkan tempat tersendiri untuk menaruhnya meskipun kecil.
Berbeda dengan modem eksternal, modem internal terpasang langsung didalam CPU. Secara fisik modem internal berupa sebuah card yang tertancap pada salah satu slot ekspansi pada mainboard, biasanya pada slot ISA atau PCI. Penggunaan modem jenis ini memiliki beberapa keuntungan, antara lain adalah lebih hemat tempat dan dari segi harga lebih ekonomis dibandingkan dengan modem eksternal. Karena telah terpasang di dalam CPU, maka modem jenis ini tidak membutuhkan adaptor seperti halnya modem eksternal sehingga sistem terkesan lebih ringkas tanpa ada banyak kabel berseliweran yang bisa memberi kesan kurang rapi. Namun demikian, modem internal memiliki kelemahan berupa tidak adanya indikator sebagaimana yang bisa ditemui pada modem eksternal. Akibatnya agak sulit untuk memantau status modem (walaupun bisa dilakukan lewat software). Selain itu, modem internal tidak menggunakan sumber tegangan sendiri hingga harus dicatu dari power supply pada CPU. Panas dari komponen-komponen dalam rangkaian modem internal juga akan menambah suhu dalam kotak CPU.
Kecepatan Modem
Kecepatan sebuah modem diukur dengan satuan bps (bit per second) atau kbps (kilobit per second). Besarnya bervariasi, antara 300 bps hingga 56,6 kbps, namun kecepatan yang umum digunakan dewasa ini berkisar antara 14.4 hingga 56,6 kbps. Makin tinggi kecepatannya tentunya makin baik karena akan mempersingkat waktu koneksi dan menghemat biaya pulsa telepon. Kecepatan koneksi juga sangat bergantung pada kualitas saluran telepon yang digunakan. Modem 56,6 kbps biasanya sangat jarang bisa mencapai kecepatan puncaknya. Umumnya koneksi tercepat yang bisa dicapai lewat saluran telepon konvensional adalah berkisar antara 45-50 kbps untuk downstream, tergantung jarak dari sentral saluran telepon yang digunakan (makin dekat tentunya makin baik), sedangkan untuk upstream maksimal hanya sebesar 33.6 kbps. Hal ini berkaitan dengan keterbatasan saluran telepon yang memang pada dasarnya tidak dirancang untuk komunikasi data berkecepatan tinggi.
Modem berbasis Hardware dan Software
Disamping kedua pembagian diatas, kita juga mengenal istilah hardware atau software modem. Modem yang bekerja secara hardware menggunakan chip khusus untuk menangani fungsi-fungsi komunikasi data, sedangkan pada software modem, pekerjaan ini diambil alih oleh sebuah program driver. Penggunaan software modem akan cukup membebani kerja CPU, dan dengan demikian tentunya memerlukan sistem dengan processor yang cepat (disarankan minimal menggunakan processor Pentium 200 Mhz). Penurunan performa akan sangat terasa saat menggunakan modem jenis ini. Sebuah mesin berbasis Celeron 400 misalnya, hanya mampu bekerja layaknya PC Pentium Classic saat online dengan memanfaatkan software modem. Secara fisik hampir tidak ada ciri yang menyolok yang membedakan antara kedua jenis modem ini. Namun demikian, dewasa ini hampir seluruh modem internal berbasis PCI yang ada di pasaran adalah software modem. Modem jenis ini umumnya dijual dengan harga yang jauh lebih murah dibanding dengan modem berbasis hardware. Karena faktor ketersediaan driver, maka software modem umumnya hanya bisa bekerja di lingkungan OS Windows sehingga jenis modem ini juga sering disebut sebagai Winmodem.

Senin, 04 Oktober 2010

PENGERTIAN NAHALEM

PENGERTIAN NAHALEM

Extron Netsystem E400-N2 D504XM: Dual Socket Nehalem

Dual Socket Nehalem
Pamor prosesor terbaru Intel yang menggunakan chipset Nehalem tampaknya cukup menantang Extron untuk mencangkokkan sebuah prosesor berinti 4 pada server barunya.
Beruntunglah, kami mendapatkan kesempatan menguji server Extron E400-N2 D504XM yang motherboard-nya mengusung sistem dual socket processor Intel Nehalem dan menggunakan prosesor Intel Xeon X5550 quadcore. Selain itu, server dengan form factor bertipe tower ini diperkuat oleh tiga keping memori generasi DDR3 total 2 gigabyte PC 10600 133 MHz ECC. Jika diperlukan, dapat dilakukan ekspansi memori, karena server ini memiliki 8 slot memori.
Sebuah heatsink utama bersirip banyak dan ditempeli sebuah kipas berdiameter 7 inci digunakan untuk mendinginkan prosesor. Sebuah heatsink kecil digunakan untuk menyerap panas dari chipsetmotherboard. Secara keseluruhan, hawa panas dalam server ini akan dihisap oleh sebuah kipas besar berdiameter 12 inchi dan disemburkan keluar daricasing server.
Untuk meningkatkan kinerja harddisk sebagai storage media, Extron Netsystem E400-N2 D504XM dilengkapi dengan bay (sangkar) harddisk berjenis hotswap sehingga dapat dicabut secara mudah dari pintu yang dibuat secara khusus dengan sistem engsel dan kunci pengaman pada panel depan casing. Di bagian belakang baytersebut (di dalam casing) menempel sebuah kipas berdiameter 9 cm yang berfungsi membantu pendinginan harddisk. Sayangnya, unit uji yang kami uji hanya dibekali 1 harddisk HP jenis SAS 73 gigabyte 15.000 rpm , sehingga kami belum dapat menguji kinerja perangkaian harddisk (RAID).
Panel bagian depan tidak begitu banyak memuat fasilitas, selain sebuah DVD-ROM dan bay harddisk. Sementara panel belakang memuat 2 slot gigabit ethernet, 4 slot USB 2.0, sebuah port D-Sub untuk layar monitor, serta outletdaya listrik dari power supply Enermax Revolution 850 Watt yang memiliki efisiensi daya lebih dari 85 persen.
Setelah puas melihat-lihat kombinasi perangkat keras Extron Netsystem E400-N2 D504XM, kami memersiapkan peranti uji untuk melihat dan menganalisis kinerja server ini. Dua skenario kami siapkan. Yang pertama, Extron Netsystem E400-N2 D504XM kami jadikan web server dengan sistem operasi Windows Server 2008 Enterprise Edition 64 bit dan IIS web server. Kami memasang dua jenis halaman pada IIS, yaitu HTML dan ASP. Khusus untuk halaman ASP, kami merancangnya dengan konten script hitungan matematis yang cukup rumit dan berat. Dalam waktu 10 menit, web server akan dihujani dengan request terhadap halaman HTML dan ASP sebanyak 2000 per detik. Kami akan melihat, sampai user keberapakah error pertamakali terjadi. Demikian pula, sampaiuser keberapakah request mampu direspon oleh server dalam waktu kurang dari 1000 milidetik.
Melalui sebuah kabel jaringan berjenis CAT 5E dan gigabit ethernet pada komputer penguji, kami menggunakantool uji Web Server Stress Tool keluaran Paessler untuk menjalankan pengujian kinerja sebagai web server.
Pengujian kedua, kami tujukan untuk mengetahui kinerja setiap komponen hardware secara terpisah. Kami menggunakan tool SiSoft Sandra Lite.
Setelah beberapa kali melakukan pengujian sebagai perbandingan, kami mendapatkan hasil yang cukup memuaskan. Error penanganan halaman web HTML terjadi pada user ke 1357, sedangkan error penanganan halaman web ASP terjadi pada user ke 1172. Extron Netsystem E400-N2 D504XM mampu merespon requesthalaman web kurang dari 1000 milidetik pada user ke-1211, tepatnya pada detik ke-339.
Hasil pengujian kinerja setiap hardware menunjukkan bahwa kinerja prosesor cukup bagus, terutama koordinasi antarinti prosesor (multi core efficiency). Namun, kinerja prosesor ini dapat digenjot dengan menambahkan kekuatan keping memori sehingga nilai cache & memori dapat ditingkatkan.
Extron Netsystem E400-N2 mampu menjadi solusi bagi perusahaan skala menengah dan atas yang memerlukan server dengan ketangguhan terhadap besarnya request layanan. Kemungkinan peningkatan kemampuan server cukup luas mengingat masih ada ada socket prosesor kedua dan 5 slot memori yang masih kosong.
source : infokomputer
Spesifikasi
Prosesor Intel Xeon E5550 Quadcore
Memori 2 GB UDIMM DDR3-1333 ECC
Kartu grafis Integrated VGA 64 MB
Harddisk HP 73 GB 15000 RPM SAS dengan sistem hotswap.
Drive optis DVD-ROM
Front/internal expansion bay 4 x hotswap bay.
Network controller 2 x gigabit ethernet.
Port 4 x USB 2.0, PS/2, VGA, COM,
PSU Enermax Revolution 85+ 850 Watt.
Garansi 3 tahun
Situs web www.bhinneka.com
Kisaran harga US$2900

TUGAS: JARINGAN KOMPUTER



Complex Instruction Set Computing (CISC)
Complex Instruction Set Computing (CISC) atau kumpulan instruksi komputasi kompleks. Adalah suatu arsitektur komputer dimana setiap instruksi akan menjalankan beberapa operasi tingkat rendah, seperti pengambilan dari memori (load), operasi aritmatika, dan penyimpanan ke dalam memori (store) yang saling bekerja sama. Tujuan utama dari arsitektur CISC adalah melaksanakan suatu instruksi cukup dengan beberapa baris bahasa mesin yang relatif pendek sehingga implikasinya hanya sedikit saja RAM yang digunakan untuk menyimpan instruksi-instruksi tersebut. Arsitektur CISC menekankan pada perangkat keras karena filosofi dari arsitektur CISC yaitu bagaimana memindahkan kerumitan perangkat lunak ke dalam perangkat keras.
Misalkan, sebuah prosesor CISC sudah dilengkapi dengan sebuah instruksi khusus yang diberi nama MULT (dikenal sebagai complex instruction). Ketika dijalankan, instruksi akan membaca dua nilai kemudian menyimpannya ke dalam 2 register yang berbeda, melakukan operan perkalian di dalam unit eksekusi dan hasilnya dikembalikan lagi ke register yang benar. Maka instruksinya cukup satu baris yaitu :
MULT 2:3, 5:2
Sebelumnya, pada arsitektur RISC ketika menjalankan instruksi “MULT” maka akan dibagi menjadi 3 instruksi yaitu :
  1. LOAD, digunakan untuk memindahkan data dari memori ke register.
  2. PROD, digunakan untuk melakukan operasi perkalian yang berada di dalam register.
  3. STORE, digunakan untuk memindahkan data dari register ke memori yang benar.
Maka instruksinya :
LOAD A, 2:3
LOAD B, 5:2
PROD A, B
STORE 2:3, A
“RISC dimaksudkan untuk menyederhanakan rumusan perintah sehingga lebih efisien dalam penyusunan kompiler yang ada.”
“RISC dimaksudkan untuk mengurangi jumlah siklus/detik setiap instruksi dibayar dengan bertambahnya jumlah instruksi per program.”
Tabel Perbandingan RICS dengan CISC
Fitur
RICS
PC/Desktop CISC
Daya
Sedikit ratusan miliwatt
Banyak watt
Kecepatan Komputasi
200-520 MHz
2-5 GHz
Manajemen Memori
Direct, 32 bit
Mappped
I/O
Custom
PC berbasis pilihan via BIOS
Environment
High Temp, Low EM Emissions
Need Fans, FCC/CE approval an issue
Struktur Interupsi
Custom, efisien, dan sangat cepat
Seperti PC
Port Sistem Operasi
Sulit, membutuhkan BSP level rendah.
Load and Go